Langsung ke konten utama

2017 MATARAM DITARGET BEBAS TUAK.EKs PEDAGANG WAJIB ALIH Profesi

2017 Mataram Ditarget Bebas Tuak. Eks Pedagang Wajib Alih Profesi

Ilustrasi tuak foto by net
kicknews.today Mataram – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menargetkan tahun 2017, Mataram akan steril dari pedagang minuman keras tradisional atau tuak. Kepala Bidang Trantibum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram Bayu Pancapati di Mataram, Senin (19/12), mengatakan untuk menjamin agar 2017 kota bebas dari pedagang tuak. Langkah yang dilakukan adalah dengan menggandeng semua kelurahan.
‘’Setelah bekas pedagang tuak diberikan bantuan ekonomi, aparat kelurahan harus aktif melakukan pengawasan agar mereka tidak kembali ke profesinya,” ungkapnya.
Langkah lain, juga dikucurkan dana dalam acara penyerahan simbolis bantuan ekonomi kerakyatan kepada 185 eks pedagang tuak dengan total bantuan Rp.307 juta oleh Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana belum lama ini.
Bayu mengatakan, setelah eks pedagang tuak mendapat bantuan ekonomi, aparat kelurahan telah berkomitmen memberikan waktu kepada para penerima bantuan untuk membuka usaha baru. Waktu diberikan mungkin tidak cukup satu minggu, tapi Satpol PP telah meminta agar mulai tahun 2017 semua pedagang diharuskan sudah beralih profesi dengan membuka usaha baru selain menjadi penjual tuak.
‘’Jadi mulai 2017, kita akan menggencarkan partoli dan razia ke sejumlah titik yang terindikasi masih menjual minuman keras tradisional,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan razia insedentil pada setiap pintu masuk Kota, karena tuak ini diproduksi di luar Kota Mataram.
‘’Kalau untuk membuat posko di perbatasan, kita belum bisa sebab keterbatasan personil, sementara masalah-masalah lainnya masih menunggu,” imbuhnya.
Sementara Wakil Walikota Mataram H. Mohan Rolisakana, sebelumnya mengatakan, minuman keras tradisional pada awalnya hanya digunakan untuk kegiatan adat, budaya, dan keagamaan tertentu saja.
‘’Namun faktanya, makin lama minuman keras ini tersebar secara sporadik dan cukup masif,” ucapnya disela penyerahan bantuan kepada eks pedagang tuak.
Ia mengatakan, akibat penyebaran tuak ini bukan hanya pencitraan Kota Mataram saja yang terganggu, yang lebih mengkhawatirkan adalah dampak yang ditimbulkan dari mengkonsumsi miras khususnya bagi anak-anak muda yang belum mampu mengontrol dirinya dengan baik. Potensi konflik banyak diakibatkan oleh minuman keras tradisional ini, bahkan bisa dikatakan hampir semua konflik di Kota Mataram diawali dari konsumsi tuak.
Karena itu, Mohan juga memastikan bahwa untuk menegakkan Perda minuman keras baik miras tradisional maupun modern, Pemerintah Kota Mataram telah memberlakukan proses ijin yang sangat ketat dan terukur.
‘’Kami ingin kita semua sama-sama menjadi bagian sebagai warga Kota Mataram yang memiliki tanggung jawab moral yang sama,” tandasnya.(ant)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lagu perpisahan dari lombok yang bikin nangis

assalamualakum wr wb ijin yaaa sob ini lagu dari kami lagu perpisahan dari ponpes almansyuriah sangkong bonder...beberapabulan yng llu

Desa Teniga dan kearifan lokal yang masih terjaga

Desa teniga adalah salah satu desa yang terdampak Gempa paling parah di kabupaten Lombok Utara desa ini terletak paling timur di kecamatan Tanjung kabupaten Lombok Utara. semenjak saya disini saya baru tau kearifan lokal yang masih terjaga dan keislaman yang khas dan alamnya yang begitu indah. Dan desa ini adalah salah satu desa yang pernah mendapatkan juara satu dalam hal kebersihan,menata masyarakatnya meskipun bisa dikatakan desa ini dikelilingi hutan tapi sekarang itu hanyalah sekedar cerita yang tertimbun reruntuhan masalalu. pada saat itu desa teniga ini bersaing sama tiga Gili yang  background nya pariwisata. Masyarakat disini mayoritas Islam dan minoritas Hindu,mereka hidup berdampingan dengan saling menjaga dan persaudaraannya. dulu konon ceritanya di desa ini masih berkeyakinan pagenisme tapi setelah seorang ulama' Dateng dan merusak gong atau dihilangkan patung2 yang disembah oleh orang terdahulu semua masyarakat berbondong-bondong memeluk agama Islam sampai sekarang, ta...

Silaturahim bersama anggota DPR LOMBOK TENGAH Jayanti Umar S.pdi

Ada banyak faktor yang turut memberi kontribusi pada lumernya budaya silaturahmi antar angggota keluarga, antarteman, maupun antarumat manusia. Pada umumnya karena modernisasi, industrialisasi, perkembangan teknologi, internet, ormas, parpol, agama, dan sebagainya. Perkembangan teknologi telekomunikasi misalnya telah menyebabkan intensitas perjumpaan fisik menjadi menurun drastis, beralih menjadi "silaturahmi udara". Selanjutnya, teknologi internet dan media sosial kini membuat banyak orang, baik laki-laki maupun perempuan, tua-muda, orang desa atau warga kota, orang kampus atau bukan, semakin intim dengan aneka gadget dan dunia virtual. "Sekira pukul 07.00 WIB,anggota DPR Lombok tengah JAYANTI UMAR S.pdi didampingi  kader nya  bertolak dari kediaman nya menuju daerah terpencil yaitu dusun Tamping Desa Pengembur Sabtu (24/02/2018). Untuk menghadiri acara rutinitas malam mingguan beserta acara silaturahmi remaja dusun tamping yaitu baca yasinan,zikir dan doa Jayanti ...