Langsung ke konten utama

Silaturahim bersama anggota DPR LOMBOK TENGAH Jayanti Umar S.pdi

Ada banyak faktor yang turut memberi kontribusi pada lumernya budaya silaturahmi antar angggota keluarga, antarteman, maupun antarumat manusia. Pada umumnya karena modernisasi, industrialisasi, perkembangan teknologi, internet, ormas, parpol, agama, dan sebagainya.
Perkembangan teknologi telekomunikasi misalnya telah menyebabkan intensitas perjumpaan fisik menjadi menurun drastis, beralih menjadi "silaturahmi udara".
Selanjutnya, teknologi internet dan media sosial kini membuat banyak orang, baik laki-laki maupun perempuan, tua-muda, orang desa atau warga kota, orang kampus atau bukan, semakin intim dengan aneka gadget dan dunia virtual.
"Sekira pukul 07.00 WIB,anggota DPR Lombok tengah JAYANTI UMAR S.pdi didampingi  kader nya  bertolak dari kediaman nya menuju daerah terpencil yaitu dusun Tamping Desa Pengembur Sabtu (24/02/2018).
Untuk menghadiri acara rutinitas malam mingguan beserta acara silaturahmi remaja dusun tamping yaitu baca yasinan,zikir dan doa
Jayanti menyebut kan " ini adalah acara yang positif bagi ramaja-remaja kita ketimbang dengan remaja-remaja desa lain yang hanya menghabiskan waktu malam minggu nya dengan bermain,keluar malam dan sebagai nya"
Jayanti juga akan berencana Memberikan baju persatuan kepada Remaja-Remaja di dusun tersebut dan Berjanji akan membangun lapangan bulu tangkis dan pasilitas pasilitas lain seperti Renopasi tempat wudhu di masjid dan memberikan pelatihan kerja kepada remaja tersebut.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lagu perpisahan dari lombok yang bikin nangis

assalamualakum wr wb ijin yaaa sob ini lagu dari kami lagu perpisahan dari ponpes almansyuriah sangkong bonder...beberapabulan yng llu

Desa Teniga dan kearifan lokal yang masih terjaga

Desa teniga adalah salah satu desa yang terdampak Gempa paling parah di kabupaten Lombok Utara desa ini terletak paling timur di kecamatan Tanjung kabupaten Lombok Utara. semenjak saya disini saya baru tau kearifan lokal yang masih terjaga dan keislaman yang khas dan alamnya yang begitu indah. Dan desa ini adalah salah satu desa yang pernah mendapatkan juara satu dalam hal kebersihan,menata masyarakatnya meskipun bisa dikatakan desa ini dikelilingi hutan tapi sekarang itu hanyalah sekedar cerita yang tertimbun reruntuhan masalalu. pada saat itu desa teniga ini bersaing sama tiga Gili yang  background nya pariwisata. Masyarakat disini mayoritas Islam dan minoritas Hindu,mereka hidup berdampingan dengan saling menjaga dan persaudaraannya. dulu konon ceritanya di desa ini masih berkeyakinan pagenisme tapi setelah seorang ulama' Dateng dan merusak gong atau dihilangkan patung2 yang disembah oleh orang terdahulu semua masyarakat berbondong-bondong memeluk agama Islam sampai sekarang, ta...